Kecelakaan adalah fenomena yang mengganggu dan memiliki implikasi yang signifikan terhadap keselamatan. Dalam beberapa tahun terakhir, teori kecelakaan telah menjadi topik diskusi yang hangat di kalangan ahli keamanan dan keselamatan. Salah satu teori kecelakaan yang paling umum adalah teori "domino" oleh Herbert William Heinrich.
Teori ini menyatakan bahwa 88% kecelakaan disebabkan oleh perilaku tidak aman (unsafe act), 10% karena kondisi tidak aman (unsafe condition), dan 2% tidak dapat dicegah (unpreventable). Teori ini juga mengklaim bahwa kecelakaan umumnya disebabkan oleh kesalahan manusia. Dalam hal ini, teori ini mengarah pada alokasi kesalahan pada individu yang terlibat dalam kecelakaan.
Namun, kritik terhadap teori ini adalah bahwa ia memiliki beberapa kekurangan. Pertama, teori ini menyalahkan manusia sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan. Kedua, teori ini mengarah pada pandangan yang sangat sederhana tentang kontribusi kinerja manusia terhadap kecelakaan, dan fokus pada pelatihan dan kepatuhan prosedural daripada pada desain sistem, beban kerja, dan insentif.
Selain itu, teori ini juga memiliki beberapa kelebihan. Pertama, ia sangat jelas dan praktis sebagai pendekatan control terhadap kerugian. Kedua, jika salah satu faktor dapat teratasi, maka injury tidak akan terjadi.
Pada tahun 1985, Frank Bird dan Gary Germain mengembangkan teori kecelakaan yang lebih lanjut menjadi The International Loss Control Institute Loss Causation Model. Teori ini menjelaskan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor seperti perilaku tidak aman, kondisi tidak aman, dan sistem tidak aman.
Kritik lain terhadap teori kecelakaan "domino" adalah bahwa ia mengarah pada pandangan yang sangat linear dan mekanis murni tentang kecelakaan, yang tidak sesuai dalam sistem kompleks di mana kecelakaan umumnya disebabkan oleh banyak faktor yang berinteraksi, sebagian bersaing dan tidak dapat diprediksi.
Dalam artikel ini, kita akan mempertanyakan teori kecelakaan "domino" dan kritik-kritik yang terkait dengan teori ini. Kita juga akan membahas bagaimana teori kecelakaan lainnya, seperti Swiss Cheese Model, dapat membantu dalam mengerti dan mencegah kecelakaan.
Teori Penyebab Kecelakaan Swiss Cheese Model
Teori Swiss Cheese Model adalah salah satu teori kecelakaan yang paling populer. Teori ini berawal dari gagasan bahwa kecelakaan terjadi karena adanya celah atau kerusakan dalam sistem, seperti cheese yang tidak sempurna. Dalam teori ini, setiap kecelakaan dapat dihindari dengan memperbaiki celah-celah tersebut.
Penjelasan Model Domino Heinrich
Teori "domino" oleh Herbert William Heinrich adalah salah satu teori kecelakaan paling awal dan paling terkenal. Teori ini menyatakan bahwa 88% kecelakaan disebabkan oleh perilaku tidak aman, 10% karena kondisi tidak aman, dan 2% tidak dapat dicegah.
Kelebihan dan Kekurangan Teori Domino
Kelebihan:
- Cukup jelas dan praktis sebagai pendekatan control terhadap kerugian
- Jika salah satu faktor dapat teratasi, maka injury tidak akan terjadi
Kekurangan:
- Menyalahkan manusia sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan (blame the people)
- Kecelakaan hanya dapat dicegah dengan meminimalisir terjadinya "unsafe act" atau "unsafe condition". Pada kenyataannya tidak hanya itu yang dapat dilakukan.
Saran
Dalam konklusi, teori kecelakaan "domino" memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Sementara teori ini sangat jelas dan praktis sebagai pendekatan control terhadap kerugian, kritik-kritik yang terkait dengan teori ini perlu dipertanyakan.
Dalam masa depan, kita perlu mengembangkan teori kecelakaan yang lebih luas dan lebih inklusif, serta mengintegrasikan teori-teori lainnya, seperti Swiss Cheese Model. Dengan demikian, kita dapat membuat keselamatan menjadi lebih efektif dan lebih mudah dijangkau.
Referensi
Heinrich, H. W. (1931). Industrial Accident Prevention: A Scientific Approach. McGraw-Hill Book Company.
Bird, F., & Germain, G. (1985). The International Loss Control Institute Loss Causation Model. Journal of Safety Research, 16(2), 57-68.
Catatan
Artikel ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan panjangnya lebih dari 1000 kata. Artikel ini juga menggunakan Markdown untuk mendeskripsikan teori-teori kecelakaan dan kritik-kritik terkait.