Jakarta (ANTARA) – Dalam kisahnya sendiri, Indro Warkop, selebritas Indonesia yang terkenal dengan watak cerdas dan lucu, memiliki momen berhenti merokok yang penuh drama. Ia pernah menjadi perokok berat yang menghisap rokok lebih dari 25 batang per hari, bahkan empat bungkus sehari.
Namun, apakah alasan ia memutuskan berhenti?
Indro masih ingat betul kala itu saat salah satu putranya meminta difoto sambil berpose memegang batang rokok. Seakan merasa tertampar, Indro lalu memutuskan berhenti merokok.
"Berhenti mendadak. Waktu itu Lebaran, masih lah merokok dua batang. Maret ini tepat 22 tahun saya enggak merokok lagi," ujar dia di Jakarta, Selasa.
Namun, memutuskan berhenti merokok bukannya tanpa konsekuensi. Menurut studi, perokok berat bahkan melaporkan kesulitan yang lebih besar untuk berhenti merokok dan mengalami dorongan yang lebih kuat untuk kembali merokok.
Begitu juga dengan Indro. Ia mengaku mengalami sakau selama dua minggu dan tak bisa memasukkan makanan apapun ke tubuhnya selama tiga bulan pertama.
Walau begitu, akhirnya ia mampu melewatinya. Bayangan rasa puas kalau berhasil berhenti merokok menjadi salah satu penguat perjuangan Indro.
"Tiga bulan kemasukan apapun sakit. Saya harus hidup. Fisik saya sakit tapi otak saya enggak. Ketika saya bisa mengatasi itu saya merasa menang melawan hawa nafsu saya. Saya laki. Saya jantan," tutur pria bernama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro itu.
Sebagai Duta Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP), Indro berusaha menyebarkan informasi betapa pentingnya mencegah kanker, termasuk paru, salah satunya dengan berhenti merokok.
Kini, ia menjadi penyebar pesan-pesan penting tentang bahaya merokok dan kanker. Ia bahkan tak mau berfoto bersama penggemar yang merokok.
"Enggak mau difoto dengan fans yang merokok…Saya ingin share sama-sama kalahkan kanker dengan mengerti kanker, aware. Kanker bukan untuk ditakuti tapi dikenali," tutur dia.
Kisah Indro Warkop tentang berhenti merokok menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk meninggalkan kebiasaan merokok dan mencegah kanker paru.