Pada tahun 2018, film superhero Deadpool 2 mencapai kesuksesan dengan penampilan Zazie Beetz sebagai Domino, karakter super yang memiliki kekuatan good luck. Pada saat itu, perwata Beetz tersebut menunjukkan keterbukaan dan wujudnya yang sesungguhnya, seperti rambut di bawah ketiak.
Dalam sebuah wawancara dengan Decider, Beetz mengkonfirmasi bahwa ia tidak akan kembali dalam film Deadpool 3 pada tahun 2023. Ia menambahkan bahwa ia "tidak memiliki peran" dalam film tersebut dan hanya akan menontonnya.
Pada awalnya, Beetz telah mengungkapkan keinginannya untuk kembali memerankan peran Domino jika diberikan kesempatan. Pada tahun 2021, ia menulis bahwa ia "sangat sukarela" untuk merevisi peran tersebut dan ingin mencari cara untuk membuat film Domino atau sesuatu yang serupa.
Sejak penampilan pertama sebagai Domino dalam Deadpool 2, Beetz telah menjadi salah satu bintang tampan dalam franchise superhero Marvel. Penampilannya sebagai karakter berkulit hitam dengan rambut Afro juga menambahkan variasi dan keterbukaan dalam dunia superhero.
Pada tahun 2018, ia berbicara tentang armpit hair-nya dalam sebuah wawancara dengan Independent. Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menjaga rambut di bawah ketiak itu tidaklah terencana. "Sebelum kami mulai syuting, saya tidak sempat mengecilkan rambut di bawah ketiak karena saya sedang sibuk," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk mempertahankan armpit hair-nya itu sebenarnya datang dari pasangan hidupnya. "Dia bilang, 'Mungkin kamu sebaiknya mempertahankan.' Dan saya seperti, 'Itu adalah ide yang bagus.'" Ia lalu memutuskan untuk mempertahankan rambut di bawah ketiak itu dan tidak peduli dengan potensi reaksi negatif dari penonton.
Penampilan Domino sebagai karakter berkulit hitam dengan armpit hair-nya juga menambahkan unsur realisme dalam film. Ia menjadi salah satu contoh bagaimana representasi yang lebih baik dan keterbukaan dapat ditunjukkan dalam dunia superhero.
Pada akhirnya, penampilan Zazie Beetz sebagai Domino dalam Deadpool 2 membantu meningkatkan wacana tentang representasi dan keterbukaan dalam film superhero. Ia menjadi salah satu contoh bagaimana karakter-karakter berkulit hitam dapat ditampilkan dengan cara yang lebih baik dan menambahkan variasi dalam dunia superhero.